Berderma dengan Teknologi

Apa yang langsung muncul di kepala kita ketika mendengar istilah “teknologi”? Mungkin Samsung Galaxy Tab 10.1 terbaru dengan Android 3.0 “Honeycomb”. Mungkin juga CRH2, kereta tercepat di dunia yang sudah menggunakan sistem apung magnet (magnetic levitation). Mungkin juga–rasanya ini yang paling mudah terbayang bagi kebanyakan orang–kemampuan manusia untuk menjelajah luar angkasa.

Perkembangan teknologi abad ke-20–dipicu oleh Revolusi Industri–merupakan salah satu titik paling penting dalam sejarah manusia. Secara fenomena, tidak ada era lain yang paling mengubahkan cara dan gaya hidup manusia. Mungkin kalau Leonardo Da Vinci bangkit dari kubur sekarang dan melihat kemajuan teknologi sekarang, ia akan kena serangan jantung lalu segera mati lagi. Baca seterusnya

Tiga minggu pertama di Eindhoven: daftar sepuluh besar (bagian IV)

4.  Pergaulan internasional

Adalah sebuah pengalaman baru bagiku untuk terlibat dalam sebuah proyek bersama orang-orang dari berbagai belahan dunia. Selain permainan dan diskusi, ada dua hal besar yang kami kerjakan ketika TU/e Introduction Program: jembatan spageti dan ketapel PVC. Sederhana? Ternyata tidak.

Kerumitan bukan saja ada pada kontruksi jembatan yang membutuhkan perancangan yang cerdas dan terperinci ataupun batang-batang panjang PVC yang sulit dibentuk jika hanya bermodalkan tangan kosong dan selotip. Keberagaman latar belakang bahasa rupanya  berkontribusi besar juga terhadap kepelikan proyek-proyek ini.

Jembatan spaghetti kami, ketika diuji kekuatannya.

Kendati bahasa Inggris–dilengkapi kernyitan dahi, kenaikan bahu, dan permainan tangan–sudah menjadi perantara ide kami semua, kesatuan gagasan dalam komunikasi tidaklah mudah dicapai. Apalagi setiap orang membawa bahasa “Inggris”-nya masing-masing. Seperti apa itu? Lanjutlah membaca.

Gagalnya Kaum Lahir Baru

Berwisata di Eropa belumlah lengkap jika tidak berkunjung ke gereja-gerejanya. Kemegahan dan transendensi arsitektur Gotik yang berpadu dengan ukiran unik maupun ornamen antik di sekujur interiornya membuat banyak orang, termasuk sebagian penganut agama lain atau ateis sekalipun, menarik napas dalam-dalam penuh kagum. Jutaan orang mengunjungi gereja-gereja ini setiap tahunnya. Bahkan di beberapa gereja yang paling terkenal seperti Sagrada Familia, kita mesti antre ratusan meter untuk menjelajahi bukti ekspresi hormat Antoni Gaudi kepada Allah yang mulia.

Bukankah ini aneh?

Teknologi dan Relasi

“Di mana? Ngapain? Sama siapa?” teriak burung kakak tua bersuara cempreng berulang-ulang dalam suatu iklan rokok. Jelas, iklan itu tidak sedang menunjukkan bahwa dengan merokok, binatang peliharaan kita jadi bisa ngomong dan perhatian sama pemiliknya (lagipula bagaimana caranya burung merokok?!). Iklan itu sedang menggambarkan realitas kehidupan asmara zaman sekarang: seseorang punya kecenderungan untuk mengetahui setiap gerak-gerik pasangannya.

Baca terus: dua sisi teknologi dalam berelasi

Setelah gagal di physical transport phenomena.

Siang ini datang surel dari dosen Technology and Sustainability, tentang nilai akhir.

Dear all,
I just read your report and I am impressed: a good deal of work, some nice additionals (like the sensitivity analysis with inteviewing relevant Indonesian students; detailing out the system considered in the MCA) and proper referencing to literature.
I grade it with a 10!! Congratulations.

Energi untuk NKRI

Kita memang beruntung. Lihatlah sekeliling dan kita mudah mendapati bahwa hidup kita sangat terbantu oleh listrik.

Berkat listrik, ribuan mobil di jalan melaju tertib diatur lampu merah-kuning-hijau yang menyala-mati dengan cerdas. Oleh listrik, makanan di dapur sisa semalam dalam hitungan detik dapat menjadi hangat dan nikmat kembali dengan oven gelombang mikro. Dibantu listrik, kita dapat mengunduh makalah internasional dengan mudah dan cepat untuk melengkapi dasar teori skripsi yang sudah dihantui tenggat. Dengan listrik pula, pendingin udara dapat menyulap atmosfer gerah Jakarta dalam ruang kantor kita menjadi sejuk bak musim semi di Amsterdam. Wuah!

Tidak semua seberuntung kita.

Amin.

Gw selalu punya keyakinan kalo suatu saat nanti lo pasti akan jadi orang “besar” yang akan berkontribusi banyak buat bangsa ini. Jadi, saat lo capek,takut dan jenuh belajar, inget ada gw disini yang selalu mendoakan lo dan yakin kalo lo pasti bisa melalui semua perjuangan ini karena seorang Victor Samuel yang gw kenal adalah orang yang gigih, pantang menyerah dan selalu bersemangat dalam mencapai mimpi-mimpinya.

–AJ, seorang kawan yang masih berjuang di Bandung.
Tetaplah berjuang. Teriring doaku.