Gagalnya Kaum Lahir Baru

Berwisata di Eropa belumlah lengkap jika tidak berkunjung ke gereja-gerejanya. Kemegahan dan transendensi arsitektur Gotik yang berpadu dengan ukiran unik maupun ornamen antik di sekujur interiornya membuat banyak orang, termasuk sebagian penganut agama lain atau ateis sekalipun, menarik napas dalam-dalam penuh kagum. Jutaan orang mengunjungi gereja-gereja ini setiap tahunnya. Bahkan di beberapa gereja yang paling terkenal seperti Sagrada Familia, kita mesti antre ratusan meter untuk menjelajahi bukti ekspresi hormat Antoni Gaudi kepada Allah yang mulia.

Bukankah ini aneh?

Teknologi dan Relasi

“Di mana? Ngapain? Sama siapa?” teriak burung kakak tua bersuara cempreng berulang-ulang dalam suatu iklan rokok. Jelas, iklan itu tidak sedang menunjukkan bahwa dengan merokok, binatang peliharaan kita jadi bisa ngomong dan perhatian sama pemiliknya (lagipula bagaimana caranya burung merokok?!). Iklan itu sedang menggambarkan realitas kehidupan asmara zaman sekarang: seseorang punya kecenderungan untuk mengetahui setiap gerak-gerik pasangannya.

Baca terus: dua sisi teknologi dalam berelasi

Setelah gagal di physical transport phenomena.

Siang ini datang surel dari dosen Technology and Sustainability, tentang nilai akhir.

Dear all,
I just read your report and I am impressed: a good deal of work, some nice additionals (like the sensitivity analysis with inteviewing relevant Indonesian students; detailing out the system considered in the MCA) and proper referencing to literature.
I grade it with a 10!! Congratulations.

Energi untuk NKRI

Kita memang beruntung. Lihatlah sekeliling dan kita mudah mendapati bahwa hidup kita sangat terbantu oleh listrik.

Berkat listrik, ribuan mobil di jalan melaju tertib diatur lampu merah-kuning-hijau yang menyala-mati dengan cerdas. Oleh listrik, makanan di dapur sisa semalam dalam hitungan detik dapat menjadi hangat dan nikmat kembali dengan oven gelombang mikro. Dibantu listrik, kita dapat mengunduh makalah internasional dengan mudah dan cepat untuk melengkapi dasar teori skripsi yang sudah dihantui tenggat. Dengan listrik pula, pendingin udara dapat menyulap atmosfer gerah Jakarta dalam ruang kantor kita menjadi sejuk bak musim semi di Amsterdam. Wuah!

Tidak semua seberuntung kita.

Amin.

Gw selalu punya keyakinan kalo suatu saat nanti lo pasti akan jadi orang “besar” yang akan berkontribusi banyak buat bangsa ini. Jadi, saat lo capek,takut dan jenuh belajar, inget ada gw disini yang selalu mendoakan lo dan yakin kalo lo pasti bisa melalui semua perjuangan ini karena seorang Victor Samuel yang gw kenal adalah orang yang gigih, pantang menyerah dan selalu bersemangat dalam mencapai mimpi-mimpinya.

–AJ, seorang kawan yang masih berjuang di Bandung.
Tetaplah berjuang. Teriring doaku.

Tiga minggu pertama di Eindhoven: daftar sepuluh besar

Ternyata sudah tiga minggu sejak kaki ini menginjak tanah Belanda. Meski ini baru serambut dari segenap pengembaraan akademisku di sini, rasanya baik kalau aku cerita mengenai kesan pertama. Seperti kata orang, “kesan pertama paling berkesan” (first impression impresses the most) sebab di situlah terjadi tabrakan fenomena antara diri yang dibentuk masa lalu dengan realitas sekitar.

Memang, teori mengatakan bahwa bulan-bulan pertama di negeri orang disebut sebagai Tahap Bulan Madu. Layaknya turis yang ada dalam euforia bulan madu, pada tahap ini kita akan merasa senang dengan perbedaan-perbedaan, bahkan kondisi-kondisi tidak menyenangkan, yang ada. Gumaman “di sini ternyata begitu ya” akan mudah terlontar tanpa ada kesadaran mendalam akan kewajiban diri untuk beradaptasi. No. 10: Musik

aksi hari ini

Di sebuah angkot Cisitu-Tegal Lega nan ungu warnanya.

V: !!!!!
V: (grasak-grusuk lihat tas bawaan)
V: . . .
V: (sekali lagi memeriksa isi tas)
V: (clingak-clinguk panik sambil berpikir yang tidak-tidak)
V: (berpikir keras)
V: (menggeser pantat dan menyondongkan kepala ke penumpang sebelah)
V: (cengengesan) Mas, boleh minta seribu ga? Saya ga punya duit…

Dan kisah pun berakhir bahagia. Terima kasih kepada Mas Kuda, mahasiswa S2 SBM ITB, yang ganteng dan murah hati.

Pesan cerita: kalau ada yang terlihat panik di angkot setelah ngecek tas atau dompet berulang-ulang, berbaikhatilah kepadanya. =)